Rasulullah selalu mengkonsumsi madu, minyak zaitun,
habbatussauda, kurma dan susu kambing.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Mukmin yang kuat adalah
lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT daripada mukmin yang lemah” (H.R Muslim).
Rasulullah SAW merupakan suri tauladan terbaik bagi umat di
sepanjang zaman. Pada diri beliau banyak tersimpan hikmah dan ilmu pengetahuan
atas segala hal yang bersumber langsung dari Allah SWT, Rabb alam semesta ini.
Oleh karena itu kita wajib mengikuti semua teladan yang telah beliau berikan
terutama dalam menjaga kesehatan tubuh kita.
Seorang mukmin yang kuat akan senantiasa mampu beribadah
berapapun banyak jumlahnya. Sholat malam dan sholat dhuha selalu dilakukan
selain karena faktor keimanan yang kuat, juga didukung oleh faktor kesehatan
tubuh. Bayangkan jika kita sakit, jangankan sholat malam. Sholat dhuha pun
tidak akan mampu kita lakukan.
Dalam sirah Rasulullah SAW dikisahkan bahwa beliau tidak
pernah atau pun jarang sekali sakit. Hal itu karena beliau telah menerapkan
resep sehat yang beliau ketahui langsung dari Allah SWT. Dalam ajaran
Rasulullah SAW ada empat hal yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri dari
penyakit yaitu: mencegah penyakit datang, memakan makanan halal dan thoyyib,
menghindari makanan yang mengandung racun, dan detoksifikasi secara rutin. Resep
sehat Rasulullah dalam menjaga kesehatan beliau antara lain :
1.
Bangun dan mandi sebelum shubuh
Rasul SAW selalu bangun sebelum
shubuh, mandi, sholat malam kemudian sholat shubuh berjama’ah di masjid. Mandi
pagi sekurang-kurangnya satu jam sebelum matahari terbit, sangat baik untuk
kesehatan. Air sejuk yang meresap ke badan dapat mengurangi penimbunan lemak.
Waktu sholat shubuh disunahkan bertafakkur (yaitu sujud sekurang-kurangnya
selama semenit setelah membaca do’a. Ini bisa mencegah sakit kepala atau
migrain.
Ahli-ahli sains menemukan bahwa ada
beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yang tidak
dipenuhi darah. Dengan bersujud, darah bisa mengalir ke ruang tersebut. Selain
itu, kesegaran udara shubuh bagus bagi kesehatan. Misalnya untuk terapi
penyakit TBC, memperkuat pikiran dan melapangkan perasaan.
Sholat malam dapat memperkuat
ketahanan tubuh. Ketenangan yang diperoleh setiap melakukan sholat malam dapat
menyeimbangkan hormon-hormon dalam tubuh.
2.
Menjaga kebersihan
Rasul SAW senantiasa terlihat rapi
dan bersih. Tiap hari Kamis atau Jum’at beliau selalu mencuci rambut-rambut
halus di pipi, memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. Ajaran islam juga
banyak menyoal tentang kebersihan diri baik fisik maupun ruhani. Dalam bab
thoharoh diajarkan macam-macam cara bersuci baik dari najis kecil maupun najis
besar. Zakat dan sedekah juga bisa menyucikan hati dan harta dari kerak-kerak
kotor nafsu duniawi.
3.
Menjaga pola makan
Rasulullah SAW bersabda : “Kami
adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak
terlalu banyak” (Muttafaqun ‘Alaihi).
Dalam tubuh manusia ada tiga ruang
untuk tiga benda: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air dan sepertiga
untuk udara. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk memenuhi ruang-ruang
tersebut dengan semestinya sehingga kesehatan tubuh bisa terjaga dengan baik.
Rasul juga bersabda bahwa segala
macam penyakit itu datangnya dari perut. Hal ini terjadi karena manusia
senantiasa bernafsu untuk memenuhi perutnya dengan makanan sebanyak-banyaknya
tanpa menyisakan tempat lagi untuk air dan udara. Orang yang terlalu
kekenyangan tidak akan kuat untuk beribadah dan tidak bisa bergerak dengan
leluasa. Oleh sebab itulah kemudian penyakit datang menyerang.
Soal pola makan, Rasul SAW selalu
mengkonsumsi madu, kurma, habbatussauda, minyak zaitun, susu kambing, dan
lain-lainnya. Mutu makanan yang Rasulullah SAW konsumsi sangat tinggi. Beliau
selalu mengkonsumsi makanan-makanan terbaik yang ada di muka bumi ini. Rasul
juga mengajarkan keseimbangan makanan yang kita konsumsi misalnya dengan
melarang makan ikan bersamaan dengan susu karena dapat memicu datangnya
penyakit. Rasulullah SAW selalu minum segelas air jeruk (bukan air es) setiap
pagi. Rasul juga mengjarkan agar makan dengan tangan dan menjilat jari-jarinya
setelahnya. Ahli sains ternyata menemukan bahwa di celah jari-jari banyak
terkandung enzim yang baik bagi tubuh.
Hindari makan makanan yang mengandung
racun yang biasanya terdapat pada pengawet makanan, pewarna makanan dan pemanis
buatan. Selalu teliti kemasan setiap akan membeli suatu produk makanan.
Lihatlah kandungan yang tertera di dalamnya dan pilihlah makanan yang pada
kemasannya terdapat logo halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia)
4.
Gemar berjalan kaki
Rasul SAW selalu berjalan kaki ke masjid,
pasar, medan jihad, rumah sahabat, dan lain-lain. Dengan berjalan kaki,
keringat akan mengalir, pori-pori akan terbuka sehingga racun dalam tubuh bisa
keluar dan peredaran darah lancar. Berjalan kaki bermanfaat untuk mencegah
penyakit jantung.
5.
Tidak pemarah
Nasehat Rasulullah SAW “jangan marah”
diulangi sampai tiga kali. Ini menunjukkan hakekat kesehatan dan kekuatan
muslim bukanlah terletak pada jasadiyah semata, tetapi lebih jauh yaitu
dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
6.
Detoksifikasi secara rutin
Detoksifikasi adalah pengeluaran
racun dari dalam tubuh. Bisa dilakukan dengan bekam, mengonsumsi herbal
perangsang buang air besar dan berpuasa teratur pada hari Senin dan Kamis.
Rasulullah SAW menganjurkan agar berbekam sedikitnya sebulan sekali yaitu pada
tanggal 17, 19 atau 21 bulan hijriyyah. Dengan berbekam darah-darah kotor yang
mengandung racun akan dapat dikeluarkan dari tubuh sehingga tubuh menjadi lebih
sehat.

No comments:
Post a Comment